Rabu, 10 Oktober 2012

Model Pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization).


BAB I
PENDAHULUAN
A.               Latar Belakang
Kegiatan pembelajaran disekolah menunjukkan bahwa banyak model pembelajaran dikembangkan, namun masih jarang digunakan dalam proses pembelajaran. Adanya kecenderungan untuk melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centred) masih lebih dominan dilakukan daripada pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented). Hal ini disebabkan adanya perasaan ribet atau terlalu banyak hal yang harus dipersiapkan ataupun kurangnya pengetahuan guru tentang model-model pembelajaran yang tepat untuk digunakan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal yang harus diingat oleh guru adalah tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi .Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
Cooperative Learning sebagai salah model pembelajaran yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif langkah untuk mengatasi permasalahan diatas. Cooperative Learning yang memiliki berbagai tipe sangat memungkinkan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. 

B.     Rumusan Masalah
          Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah
1.    Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization ( TAI ) ?
2.    Apa kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization ( TAI)?
3.    Apa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization( TAI) ?

C.     Tujuan Penulisan
Menambah pengetahuan mengenai model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization/Team Accelerated Instruction).




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berfikir yang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bantuan. Dalam model ini, diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah.
Disamping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok kecil.Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI memiliki 8 (delapan) komponen, yaitu :
1)      Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 6 siswa.
2)      Placement test, yakni pemberian pre-tes kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa dalam bidang tertentu.
3)      Student Creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
4)      Team Study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya.
5)      Team Scores and Team Recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan criteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
6)      Teaching Group, yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
7)      Facts Test, yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa.
8)      Whole Class Units, yaitu pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.
Ciri-ciri model pembelajaran TAI (Team Assisted-Individualization atau Team Accelerated):
1)      Belajar bersama dengan teman,
2)      Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman
3)      Saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok
4)      Belajar dari teman sendiri dalam kelompok
5)      Belajar dalam kelompok kecil
6)      Siswa aktif (Stahl, 1994). Dan yang paling utama adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
Matematika TAI di prakarsai sebagai usaha merancang sebuah bentuk pengajaran individual yang bisa menyelasaikan masalah-masalah yang membuat metode pengajaran individual menjadi tidak efektif. Dengan membuat para siswa bekerja dalam tim-tim pembelajaran kooperatif dsan mengemban tanggung jawab mengelola memeriksa secara rutin, saling membantu satu sama lain dalam menghadapi masalah, dan saling memberi dorongan untuk maju, maka guru dapat membebaskan diri dari memberikan pengajaran langsung  kepada sekelompok kecil yang homogen yang berasal dari tim-tim yang heterogen. Fokus pengajarannya artinya adalah pada konsep-konsep yang ada di balik algoritma yang dipelajari oleh siswa dalam kegiatan individual, pengaturan seperti ini memberikan kesempatan melakukan pengajaran langsung Yang tidak terdapat dalam hampir semua metode-metode pengajaran individual.
Sebagai tambahan terhadap penyelasaian masalah manajemen dan motivasi dalam program-program pengajaran individual, TAI dirancang untuk memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi sosialisai yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif.Kajian-kajian sebelumnya mengenai kemampuan kelompok dalam metode-metode pembelajaran kooperatif secara konsisten telah menemukan sejumlah pengaruh positif dari metode-metode ini terhadap keluaran yang diperoleh seperti pada hubungan ras dan sikap terhadap para siswa yang dicatat secara akademik.Cukup beralasan apabila kita mengharapkan munculnya perolehan keluaran yang serupa dalm metode-metode yang mengkombinasikan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual.
TAI dirancang untuk memuaskan  kriteria berikut ini untuk menyelesaiakan masalah-masalah teoretis dan praktis dari sistem pengajaran individual :
Ø  Dapat meminimalisir keterlibatan guru dalam pemeriksaan dan pengelolaan rutin
Ø  Guru setidaknya akan menghabiskan separuh waktunya untuk mengajar kelompok-kelompok kecil
Ø  Para siswa akan termotifasi untuk mempelajari mater-materi yang diberikan dengan cepat dan akurat, dan tidak akan bisa berbuat curang atau menemukan jalan pintas
Ø  Tersedianya banyak cara pengecekkan pengusaan supaya para siswa jarang menghabiskan waktu mempelajari kembali materi yang sudah mereka kuasai atau menghadapi kesulitan serius yang membutuhkan bantuan guru. Pada pos pengecekkan penguasaan, dapat tersedia kegiatan-kegiatan pengajaran alternatif dan tes-tes yang parallel
Ø  Programnya mudah dipelajari baik oleh guru maupun siswa, tidak mahal, fleksibel, dan tidak membutuhkan guru tambahan ataupun tim guru
Ø  Dengan membuat para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kooperatif, dengan status yang sejajar, program ini akan membangun kondisi untuk terbentuknya sikap-sikap positif terhadap siswa-siswa main stream yang cacat secara akademik dan diantara para siswa dari latar belakang yang ras atau etnik yang berbeda.


B.     Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran TAI adalah sebagai berikut.
1)      Guru menyiapkan materi bahan ajar yang akan diselesaikan oleh kelompok siswa,
2)      Guru memberikan pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu. (Mengadopsi komponen Placement Test),
3)      Guru memberikan materi secara singkat. (Mengadopsi komponen Teaching Group),
4)      Guru membentuk kelompok kecil yang heterogen tetapi harmonis berdasarkan nilai ulangan harian siswa, setiap kelompok 4-5 siswa. (Mengadopsi komponen Teams),
5)      Setiap kelompok mengerjakan tugas dari guru berupa LKS yang telah dirancang sendiri sebelumnya, dan guru memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukannya. (Mengadopsi komponen Team Study),
6)      Ketua kelompok melaporkan keberhasilan kelompoknya dengan mempresentasikan hasil kerjanya dan siap untuk diberi ulangan oleh guru. (Mengadopsi komponen Student Creative),
7)      Guru memberikan post-test untuk dikerjakan secara individu. (Mengadopsi komponen Fact Test),
8)      Guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika ada) berdasarkan hasil koreksi. (Mengadopsi komponen Team Score and Team Recognition),
9)      Guru memberikan tes formatif sesuai dengan kompetensi yang ditentukan.

C.     Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TAI
Model pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.Hal demikian juga dimiliki model pembelajaran kooperatif tipe TAI.Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan model pembelajaran tipe TAI.
1.      Kelebihan
Ø  Meningkatkan hasil belajar,
Ø  Meningkatkan motivasi belajar,
Ø  Mengurangi perilaku yang mengganggu dan konflik antar pribadi,
Ø  Program ini bisa membantu siswa yang lemah/ siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi belajar,
Ø  Model pembelajaran Team Assisted Individualization membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan mengurangi anggapan banyak peserta didik bahwa matematika itu sulit,
Ø  Pada model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization peserta didik mendapatkan penghargaan atas usaha mereka,
Ø  Melatih peserta didik untuk bekerja secara kelompok, melatih keharmonisan dalam hidup bersama atas dasar saling menghargai.

2.      Kelemahan
Ø  Tidak semua mata pelajaran cocok diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI),
Ø  Apabila model pembelajaran ini merupakan model pembelajan yang baru diketahui, kemungkinan sejumlah peserta didik bingung, sebagian kehilangan rasa percaya diri dan sebagian mengganggu antar peserta didik lain.


BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
       Berdasarkan uraian materi di atas, penulis menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1)      Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui keterampilan proses.
2)      Model pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berfikir yang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bantuan.
3)      Adapun kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe TAI sebagai berikut :
a)      Kelebihan
1)      Meningkatkan hasil belajar,
2)      Meningkatkan motivasi belajar,
3)      Mengurangi perilaku yang mengganggu dan konflik antar pribadi,
4)      Program ini bisa membantu siswa yang lemah/ siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi belajar,
5)      Model pembelajaran Team Assisted Individualization membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan mengurangi anggapan banyak peserta didik bahwa matematika itu sulit,
6)      Pada model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization peserta didik mendapatkan penghargaan atas usaha mereka,
7)      Melatih peserta didik untuk bekerja secara kelompok, melatih keharmonisan dalam hidup bersama atas dasar saling menghargai.
b)      Kelemahan
1)      Tidak semua mata pelajaran cocok diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI),
2)      Apabila model pembelajaran ini merupakan model pembelajan yang baru diketahui, kemungkinan sejumlah peserta didik bingung, sebagian kehilangan rasa percaya diri dan sebagian mengganggu antar peserta didik lain.
4)    Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TAI
1)      Guru menyiapkan materi bahan ajar yang akan diselesaikan oleh kelompok siswa,
2)      Guru memberikan pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu. (Mengadopsi komponen Placement Test),
3)      Guru memberikan materi secara singkat. (Mengadopsi komponen Teaching Group),
4)      Guru membentuk kelompok kecil yang heterogen tetapi harmonis berdasarkan nilai ulangan harian siswa, setiap kelompok 4-5 siswa. (Mengadopsi komponen Teams),
5)      Setiap kelompok mengerjakan tugas dari guru berupa LKS yang telah dirancang sendiri sebelumnya, dan guru memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukannya. (Mengadopsi komponen Team Study),
6)      Ketua kelompok melaporkan keberhasilan kelompoknya dengan mempresentasikan hasil kerjanya dan siap untuk diberi ulangan oleh guru. (Mengadopsi komponen Student Creative),
7)      Guru memberikan post-test untuk dikerjakan secara individu. (Mengadopsi komponen Fact Test),
8)      Guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika ada) berdasarkan hasil koreksi. (Mengadopsi komponen Team Score and Team Recognition),
9)      Guru memberikan tes formatif sesuai dengan kompetensi yang ditentukan.

B. SARAN
       Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA

Kusumaningrum, Retna.2007.Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tai (Team Assisted Individualization) Melalui Pemanfaatan Lks (Lembar Kerja Siswa) Terhadap Hasil Belajar Matematika Sub Pokok Bahasan Jajargenjang Dan Belahketupat Pada Siswa Kelas Vii Smpn 11 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007. Semarang. Universitas Negeri Semarang.




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar