Rabu, 06 Juni 2012

Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Problem Based Intruction (PBI)

A. Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)
Number Heads Together (NHT) adalah cara belajar Cooperative atau model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas.
Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa lngkah-langkah yang dapat dilakukan dalam melaksanakan model pembelajaran ini adalah :
1.      Siswa dibagi dalam beberapa keplompok dan masing-masing siswa dalam setiap kelompoknya mendapatkan nomor urut.
2.      Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan permasalahan.
3.      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai
4.      Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok, siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokan hasil kerjasama mereka
5.      Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini.
6.      Guru memanggil salah satu nomor dan siswa yang bernomor tersebut melaporkan hasil kerja kelompok.
7.      Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
8.      Memberi kesimpulan dalam hal ini guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan
Kelebihan, Kekurangan dan Manfaat NHT

 Kelebihan Model Number Heads Together :
1.            Setiap siswa menjadi siap semua
2.            Dalam melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh
3.            Dapat melakukan diskusi mengajari siswa yang kurang pandai
4.            Terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi/siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi
5.            Siswa pandai maupun siswa lemah sama -sama memperoleh manfaat melalui aktifitas belajar kooperatif
6.            Dengan bekerja secara kooperatif ini, kemungkinan konstruksi pengetahuan akan manjadi lebih besar/kemungkinan untuk siswa dapat sampai pada kesimpulan yang diharapkan
7.            Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan bakat kepemimpinan
    Kekurangan Model Number Heads Together :
1.      Siswa yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga dapat menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang lemah.
2.      Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai.
3.      Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang berbeda -beda serta membutuhkan waktu khusus.
4.      Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
5.      Waktu yang dibutuhkan banyak
6.      Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru
7.      Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT oleh  Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18), antara lain adalah :
1.      Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
2.      Memperbaiki kehadiran
3.      Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar
4.      Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
5.      Konflik antara pribadi berkurang
6.      Pemahaman yang lebih mendalam
7.      Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
8.      Hasil belajar lebih tinggi

  1. Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)
            Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Menurut Trianto (2007:63) Ciri-ciri Model Problem Based Instruction (PBI) yaitu:
1.      PBI merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi PBI ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa.
2.      Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. PBI menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran.
3.      Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)
1.      Pendahuluan
a.       Orientasi siswa pada masalah yaitu :
·         Guru menjelaskan rencana kegiatan dengan menjelaskan materi yang akan dipelajari pada saat itu dengan memberikan tugas untuk eksperimen, siswa mempersiapkan eksperimen.
·         Menjelaskan logistik yang dibutuhkan yaitu guru menjelaskan kegiatan observasi dan mempersiapkan alat dan bahan untuk observasi
·         Memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya dengan menyampaikan TPK.
b.      Mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu:
·         Membagi kelas menjadi 5 kelompok belajar yang anggotanya heterogen dan terdiri dari 8-9 siswa dengan cara menghitung peserta mulai 1 s/d 8, yang nomor 1 masuk ke kelompok 1, yang nomor 2 masuk ke kelompok 2 dan seterusnya.
·         Masing-masing kelompok menghadap satu meja
·         Guru membagikan LKS sebagai pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan eksperimen pada saat itu
·         Guru menyuruh siswa mempersiapkan alat dan bahan yang sudah tersedia
·         Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan eksperimen
·         Guru mengingatkan siswa tentang materi yang akan kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang pembentukkan ide, pengajuan ide dan penyusunan konsep dasar serta rasa ketertarikan siswa untuk belajar.

2.      Kegiatan inti
a.       Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok yaitu:
·         Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai
·         Siswa melaksanakan eksperimen.
·         Siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan hasil eksperimen dari LKS (lembar kerja siswa) untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
·         Siswa mengumpulkan hasil kerjanya kepada guru.
b.      Mengembangkan dan menyajikan hasil karya yaitu :
·         Siswa mempersiapkan untuk merencanakan hasil pemecahan masalah
·         Guru membantu siswa dalam merencanakan dan mempresentasikan hasil pemecahan masalah
·         Guru membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
·         Salah satu kelompok mempresentasikan hasil pemecahan masalah, kelompok yang presentasi dipilih acak melalui pengundian.
·         Mengevaluasi proses pemecahan masalah yaitu:
·         Guru menyuruh siswa untuk mengevaluasi terhadap penyelidikan mereka.
·         Siswa melakukan kegiatan mengavaluasi dengan mencocokkan hasil mereka dengan kelompok.
3.      Penutup
Guru menyimpulkan hasil evaluasi siswa dengan mencocokkan materinya.

Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Instruction (PBI)
Kelebihan:
1)      Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2)      Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3)      Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
4)      Siswa berperan aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar
5)      Siswa lebih memahami konsep matematika yg diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
6)      Melibatkan siswa secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi
7)      Pembelajaran lebih bermakna
8)      Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran matematika sebab masalah yang diselesaikan merupakan masalah sehari-hari
9)      Menjadikan siswa lebih mandiri
10)  Menanamkan sikap sosial yang positif, memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain
11)  Dapat mengembangkan cara berfikir logis serta berlatih mengemukakan pendapat


Kekurangan:
1)      Untuk siswa yang malas, tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2)      Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3)      Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini
4)      Membutuhkan waktu yang banyak
5)      Tidak setiap materi matematika dapat diajarkan dengan PBI
6)      Membutuhkan fasilitas yang memadai seperti laboratorium, tempat duduk siswa yang terkondisi untuk belajar kelompok, perangkat pembelajaran, dll
7)      Menuntut guru membuat perencanaan pembelajaran yang lebih matang.
8)      Kurang efektif jika jumlah siswa terlalu banyak, idealnya maksimal 30 siswa perkelas.


Artikel Terkait

1 komentar: